Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam kembali menggelar mimbar akademik strategis melalui Seminar Proposal yang akan dipaparkan oleh Agus Saleh (NPM: 250811100019). Mengusung tajuk “Pengaruh Persepsi dan Karakteristik Petani Terhadap Tingkat Adopsi Inovasi Pada Sistem Tanam Padi Jajar Legowo di Kelompok Tani Sumber Rejeki IV Desa Teja Barat Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan”, seminar ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, pukul 12:00 WIB bertempat di Ruang Kuliah I Lt.8. Kapasitas Agus Saleh yang juga aktif bertugas sebagai Staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pamekasan menjadikan riset ini sangat relevan, karena lahir dari pengamatan langsung seorang birokrat sekaligus praktisi yang memahami dinamika akar rumput pertanian lokal.

Pemilihan sistem tanam Jajar Legowo sebagai fokus penelitian bukanlah tanpa alasan. Berbagai literatur dan jurnal agronomi mutakhir mengonfirmasi bahwa rekayasa pola tanam ini mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 10-20% melalui optimalisasi efek tanaman pinggir (border effect), sirkulasi udara yang lebih baik, dan kemudahan pengendalian hama. Kendati menawarkan keuntungan nyata, tingkat adopsi inovasi ini di lapangan seringkali berjalan lambat. Teori difusi inovasi menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan teknologi pertanian sangat dipengaruhi oleh karakteristik demografis petani (seperti usia, tingkat pendidikan, dan luas lahan) serta persepsi psikologis mereka terhadap risiko dan kerumitan sistem baru tersebut, yang secara spesifik akan diteliti pada Kelompok Tani Sumber Rejeki IV.

Melalui seminar proposal ini, diharapkan rancangan penelitian Agus Saleh dapat dibedah dan disempurnakan untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan realitas lapangan. Temuan dari riset ini nantinya diproyeksikan tidak hanya menjadi syarat kelulusan semata, melainkan menjadi basis data ilmiah yang krusial bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Data tersebut dapat digunakan untuk menyusun strategi penyuluhan yang lebih persuasif, tepat sasaran, dan adaptif terhadap kearifan lokal, demi mengakselerasi ketahanan pangan daerah. Kehadiran para akademisi, penyuluh, dan pengambil kebijakan sangat diharapkan dalam seminar ini guna memberikan masukan yang komprehensif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP