Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam kembali menyoroti isu krusial terkait ketahanan pangan dan keberlanjutan ekosistem melalui pemaparan Seminar Proposal oleh Edwin Madya Agus Subakti (NPM: 250811100025). Edwin, yang juga merupakan Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian dan aktif bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep, mengangkat riset bertajuk “Evaluasi Dampak Program SLPTT Jagung Terhadap Keberlanjutan Usahatani Jagung di Kabupaten Sumenep (Perspektif Ekonomi, Sosial & Lingkungan)”. Seminar akademik ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 15 November 2025, pukul 13:30 WIB, sebagai langkah strategis untuk merespons tantangan nyata di sektor pertanian lahan kering Madura guna memastikan kesejahteraan petani selaras dengan kelestarian alam.

Posisi beliau sebagai praktisi di garda terdepan memberikan bobot dan urgensi lebih pada penelitian ini. Kabupaten Sumenep selama ini dikenal sebagai sentra penghasil jagung potensial di Jawa Timur. Merujuk pada berbagai kajian literatur dan realita penyuluhan di lapangan, program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) sejatinya diluncurkan untuk mendongkrak produktivitas sekaligus mengedukasi petani. Melalui riset ini, Edwin akan mengevaluasi secara komprehensif apakah intervensi SLPTT benar-benar efektif mengangkat taraf finansial petani (ekonomi) dan memperkuat kelembagaan desa (sosial), tanpa mengorbankan daya dukung lahan, kesehatan tanah, dan ketersediaan air (lingkungan) dalam jangka panjang.

Diharapkan, pemaparan desain penelitian dalam seminar proposal ini dapat mematangkan kerangka kerja yang nantinya menghasilkan rekomendasi kebijakan yang sangat aplikatif, baik bagi Kementerian Pertanian maupun Pemerintah Daerah. Paradigma keberhasilan pertanian modern kini tidak lagi sekadar diukur dari tingginya tonase saat panen raya, melainkan dari kemampuannya untuk terus berproduksi tanpa merusak ekosistem. Oleh karena itu, kehadiran sivitas akademika, sesama praktisi pertanian, serta mahasiswa sangat dinantikan untuk memberikan diskursus yang konstruktif demi penyempurnaan riset yang akan membawa dampak nyata bagi masyarakat petani di Sumenep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP