Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam kembali menorehkan pencapaian strategis dalam mencetak cendekiawan lingkungan melalui penyelenggaraan Sidang Komisi Disertasi atas nama Abdulhasib (NPM: 250811100025). Mengusung riset bertajuk “Evaluasi Model Pelestarian Lingkungan Melalui Program Adiwiyata Di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat”, sidang akademik ini telah dijadwalkan secara virtual melalui Zoom Meeting pada hari Jumat, 6 Februari 2026, pukul 13:00 WIB. Kualitas penelitian ini dikawal langsung oleh jajaran akademisi terkemuka yang bertindak sebagai tim promotor dan ko-promotor, yakni Dr. Akhmad Farid, S.Pi., M.T., Prof. Dr. Zainul Hidayah, S.Pi., M.App.Sc., dan Dr. Ir. Slamet Subari, M.Si. Mengingat Abdulhasib juga merupakan seorang praktisi pendidikan yang mengabdi sebagai Staf Pengajar di SMP 1 Mempawah, riset ini lahir dari refleksi mendalam mengenai realitas implementasi kebijakan pelestarian lingkungan di akar rumput.

Program Adiwiyata sejatinya merupakan instrumen krusial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertujuan menciptakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Berbagai literatur dan jurnal pendidikan lingkungan hidup menggarisbawahi bahwa pembentukan karakter ekologis sejak usia sekolah adalah pilar utama dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Namun, sejumlah kajian akademis kerap menemukan adanya kesenjangan (gap) antara kognisi siswa dan implementasi perilaku ramah lingkungan sehari-hari, serta tantangan keberlanjutan program paska-penghargaan. Melalui riset disertasinya, Abdulhasib berupaya mengevaluasi secara komprehensif efektivitas model Adiwiyata di Kabupaten Mempawah—mulai dari kebijakan sekolah, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif, hingga pengelolaan sarana ramah lingkungan—guna memastikan program ini tidak hanya bersifat seremonial administratif, melainkan benar-benar mentransformasi perilaku komunitas sekolah.

Pemaparan dalam Sidang Komisi Disertasi ini diharapkan mampu mematangkan kerangka kebaruan (novelty) penelitian yang diajukan. Temuan dari riset ini nantinya diproyeksikan menjadi model evaluasi yang adaptif dan solutif, tidak hanya bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Mempawah, tetapi juga sebagai rujukan perumusan kebijakan bagi Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup setempat. Kehadiran dan arahan dari tim promotor serta penguji sangat dinantikan untuk mempertajam pisau analisis penelitian ini. Diskursus akademik yang terbangun menjadi kunci dalam menyempurnakan sebuah disertasi yang berbobot, aplikatif, dan mampu memberikan sumbangsih nyata bagi masa depan kelestarian lingkungan di Kalimantan Barat.


Referensi Jurnal Pendukung Kajian:

  • Desfandi, M. (2015). Mewujudkan masyarakat berkarakter peduli lingkungan melalui program adiwiyata. Sosio Didaktika: Social Science Education Journal, 2(1), 31-37. (Membahas landasan konseptual Adiwiyata sebagai pembentuk karakter peduli lingkungan di sekolah).

  • Kusumaningrum, D. (2018). Peran Guru Dalam Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Program Adiwiyata. Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik), 3(1), 37-45. (Relevan dengan peran praktisi/guru dalam mengeksekusi kebijakan pelestarian lingkungan di level sekolah).

  • Mulyana, A. (2020). Evaluasi Program Sekolah Adiwiyata dalam Upaya Peningkatan Perilaku Peduli Lingkungan Siswa. Jurnal Evaluasi Pendidikan. (Memberikan landasan teoretis terkait metode evaluasi program lingkungan hidup secara komprehensif di institusi pendidikan).

TOP